Program Perkuliahan Karyawan
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDOCAKTI MALANG

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDOCAKTI MALANG

STIE INDOCAKTI
karir

STIE Indocakti Dampingi UMKM Sanankerto, dari Branding hingga Digital Marketing

STIE Indocakti mendampingi UMKM Desa Sanankerto melalui branding, penentuan harga, kemasan, dan digital marketing untuk mengembangkan produk lokal.

STIE Indocakti Dampingi UMKM Sanankerto, dari Branding hingga Digital Marketing

Mengapa UMKM Membutuhkan Pendampingan Bisnis?

Kolaborasi Perguruan Tinggi Kembangkan Potensi Desa Sanankerto

STIE Indocakti Berikan Pendampingan Branding dan Digital Marketing

Produk Lokal Sanankerto Dikembangkan Menjadi Oleh-Oleh Boon Pring

Apa Manfaat Pendampingan Bisnis bagi UMKM?

STIE Indocakti Hubungkan Ilmu Akuntansi dengan Praktik UMKM

Kesimpulan

Pendampingan UMKM tidak hanya berkaitan dengan meningkatkan kualitas produk. Pelaku usaha juga perlu memahami branding, penentuan harga, kemasan, dan digital marketing agar produknya lebih mudah dikenal dan memiliki peluang pasar yang lebih luas. Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Dalam kegiatan tersebut, STIE Indocakti melalui dosennya, Dr. Novy Karmelita Indrawati, S.E., Ak., M.M., C.A., memberikan pendampingan mengenai strategi bisnis bagi pelaku UMKM. Materinya mencakup branding, penentuan harga, pengemasan, hingga pemanfaatan digital marketing untuk mendukung pengembangan produk lokal.

Mengapa UMKM Membutuhkan Pendampingan Bisnis?

Produk berkualitas belum tentu mudah diterima pasar. Pelaku UMKM juga perlu mengetahui cara menentukan harga, membangun identitas merek, membuat kemasan yang menarik, dan memasarkan produk kepada konsumen.

Pendampingan bisnis membantu pelaku usaha memahami aspek tersebut sehingga pengembangan UMKM tidak hanya berfokus pada produksi. Strategi pemasaran dan pengelolaan usaha juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya saing.

Produk makanan dengan rasa yang baik tetap membutuhkan kemasan, harga, merek, dan promosi yang tepat agar konsumen tertarik membelinya.

Kolaborasi Perguruan Tinggi Kembangkan Potensi Desa Sanankerto

Pendampingan UMKM di Desa Sanankerto menjadi bagian dari program PkM bertajuk “Pendampingan Integratif Pakan Probiotik Alami dan Diversifikasi Olahan Pascapanen untuk Meningkatkan Pendapatan Peternak Unggas di Desa Sanankerto.”

Program tersebut melibatkan akademisi dari beberapa perguruan tinggi. Kegiatan dipimpin oleh Dr. Rosidi Azis, S.Pt., M.Si. bersama Dr. Muhammad Rizza Pahlevi, S.Si., M.P. dari Universitas Kristen Cipta Wacana serta Dr. Novy Karmelita Indrawati, S.E., Ak., M.M., C.A. dari STIE Indocakti.

Program ini memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat pada platform BIMA.

Selain pendampingan bisnis, masyarakat juga mendapatkan pelatihan mengenai teknologi pakan probiotik alami untuk meningkatkan produktivitas peternakan serta diversifikasi produk olahan hasil ternak.

Misalkan, hasil ternak tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

STIE Indocakti Berikan Pendampingan Branding dan Digital Marketing

Dalam kegiatan tersebut, STIE Indocakti memberikan pendampingan sesuai bidang keilmuan ekonomi dan bisnis. Dr. Novy Karmelita Indrawati memberikan pembekalan mengenai beberapa aspek pengembangan usaha, yaitu:

  • strategi pengemasan produk;
  • penentuan harga;
  • penyusunan identitas merek atau branding;
  • pemanfaatan digital marketing;
  • strategi pemasaran untuk memperluas jangkauan pasar.

Pendampingan tersebut membantu pelaku usaha melihat produk dari sisi yang lebih luas. Produk tidak hanya perlu dibuat dengan baik, tetapi juga harus memiliki identitas dan strategi pemasaran yang sesuai dengan target konsumen.

Produk Lokal Sanankerto Dikembangkan Menjadi Oleh-Oleh Boon Pring

Salah satu bagian menarik dari kegiatan ini adalah pengembangan produk olahan yang memanfaatkan potensi lokal Desa Sanankerto.

Tim memperkenalkan olahan berbahan dasar hasil ternak yang dipadukan dengan bahan lokal, seperti dimsum rebung dan nugget rebung. Produk tersebut diproyeksikan menjadi oleh-oleh khas kawasan wisata Boon Pring.

Pengembangan produk seperti ini dapat membuka peluang bagi UMKM untuk menghubungkan potensi peternakan, pertanian, kuliner, dan pariwisata dalam satu kegiatan ekonomi.

Wisatawan yang berkunjung ke Boonpring tidak hanya menikmati destinasi wisata, tetapi juga dapat membawa pulang produk olahan khas yang dibuat oleh masyarakat setempat.

Apa Manfaat Pendampingan Bisnis bagi UMKM?

Pendampingan bisnis dapat membantu pelaku UMKM memahami berbagai hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Menentukan harga produk, pelaku usaha dapat mempertimbangkan biaya produksi dan nilai produk sebelum menetapkan harga.
  2. Membangun branding, identitas merek membantu produk lebih mudah dikenali konsumen.
  3. Meningkatkan kemasan, kemasan yang sesuai dapat membuat produk terlihat lebih menarik sekaligus memberikan informasi kepada konsumen.
  4. Memanfaatkan digital marketing, media digital dapat digunakan untuk mengenalkan produk kepada calon konsumen di luar wilayah tempat usaha.
  5. Memahami kebutuhan pasar, strategi pemasaran dapat disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan konsumen.

Dengan kemampuan tersebut, pelaku UMKM memiliki bekal untuk mengembangkan produk sekaligus memperluas peluang pasarnya. Produk yang sebelumnya hanya dijual kepada masyarakat sekitar dapat diperkenalkan melalui media sosial sehingga memiliki peluang menjangkau konsumen dari daerah lain.

STIE Indocakti Hubungkan Ilmu Akuntansi dengan Praktik UMKM

Keterlibatan Dr. Novy Karmelita Indrawati, S.E., Ak., M.M., C.A., dosen Program Studi S1 Akuntansi STIE Indocakti, menunjukkan bahwa ilmu akuntansi dan bisnis dapat diterapkan dalam persoalan nyata di masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, keilmuan yang dipelajari di perguruan tinggi diterapkan melalui pendampingan mengenai branding, penentuan harga, pengemasan, dan digital marketing. Pendekatan ini memberikan gambaran bahwa kompetensi di bidang akuntansi dan bisnis tidak hanya dibutuhkan di lingkungan perusahaan, tetapi juga dapat digunakan untuk mendukung perkembangan UMKM.

Penentuan harga yang dipelajari dalam perkuliahan dapat digunakan untuk membantu pelaku UMKM memahami bagaimana menetapkan harga produk secara lebih tepat.

Kesimpulan

Pendampingan UMKM dibutuhkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memahami branding, harga, kemasan, dan digital marketing. Keterlibatan dosen STIE Indocakti juga memperlihatkan penerapan ilmu akuntansi dan bisnis dalam membantu UMKM menghadapi kebutuhan di lapangan.

Tertarik mempelajari bisnis, manajemen, atau akuntansi dan memahami penerapannya di dunia usaha? STIE Indocakti menyediakan Program Studi S1 Manajemen dan S1 Akuntansi. Cek informasi program, jadwal kuliah, biaya, dan pendaftaran STIE Indocakti melalui website indocakti.id. dan ikuti juga Instagram, TikTok, LinkedIn, atau bergabung di Channel WhatsApp Komunitas Kuliah.